
Pramono Anung: Kita Tidak Boleh Kehilangan Empati Terhadap Warga!
Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengingatkan kepada semua pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial, terlebih di bulan suci Ramadan. Jika dibutuhkan, kata dia, semua pihak bisa saling berkolaborasi dalam menjalankan kebaikan tersebut.
Hal ini dikatakan Pramono saat menghadiri acara santunan anak yatim yang diselenggarakan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidin, Jakarta. Ponpes ini salah satu pencetak juru dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
“Ramadhan ini adalah bulan yang penuh berkah, yang mengajarkan kepada kita semua dalam banyak hal,” kata Pramono, Minggu (23/3/2025).
“Baik dalam beribadah, beramal, bergotong-royong, tepo seliro menahan hawa nafsu, dan berbagai persoalan yang ada. Tetapi yang paling utama kita tidak boleh kehilangan empati terhadap warga dan masyarakat yang membutuhkan,”sambungnya.
Pramono mengatakan, ini bukan pertama kalinya datang ke Ponpes Minhajurrosyidin. Lahir di Kediri, Jawa Timur, Pramono merasa dirinya memiliki kedekatan dengan LDII. Dia mengaku, saat kecil dirinya pernah ikut bergabung dengan Djamaah Motor Club (DMC) di Ponpes Wali Barokah Kediri, salah satu Ponpes pencetak juru dakwah LDII.
Dia berharap, kegiatan santunan mendatangkan kebarokahan bagi anak-anak dan warga. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan seperti ini sangat positif dan saya harap dapat terus berkembang setiap tahun. Kolaborasi antara organisasi sosial dan pemerintah sangat penting untuk memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Tidak Hanya LDII, santunan kali ini melibatkan organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama (NU), serta Muhammadiyah. Ketua Umum Yayasan Ponpes Minhajurrosyiddin, Abdul Syukur menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam setiap kegiatan sosial. Ia mengutip filosofi sapu lidi untuk menggambarkan pentingnya persatuan dalam menggerakkan kekuatan.