Hadiri Panen Raya, Presiden Prabowo Coba Buah dan Susu Sebelum Deklarasi Swasembada Pangan

Hadiri Panen Raya, Presiden Prabowo Coba Buah dan Susu Sebelum Deklarasi Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya di Karawang, Jawa Barat, 7 Januari 2026. (Foto: Biro Pers Setpres)

Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (7/1/2026) menghadiri kegiatan panen raya sekaligus deklarasi swasembada pangan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pada acara ini, Presiden Prabowo mencoba langsung berbagai produk pertanian yang disajikan.

Setiba di lokasi acara, Presiden Prabowo terlihat berkeliling meninjau sejumlah stan pangan yang disediakan. Saat mengunjungi salah satu stan, Presiden Prabowo tampak mencoba buah yang disajikan, menyerupai melon, dan memakannya secara langsung. Setelah itu, dirinya juga terlihat mencoba produk susu kemasan yang dituangkan oleh penjaga stan.

Presiden juga tampak menyambangi stan Perum Bulog. Di lokasi tersebut, dirinya sempat mendengarkan penjelasan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani terkait produk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pengelolaan pasokan pangan nasional.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Trump Ancam Serangan Kedua ke Venezuela, Buka Peluang Invasi Kolombia dan Meksiko

Trump Ancam Serangan Kedua ke Venezuela, Buka Peluang Invasi Kolombia dan Meksiko

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Minggu (4/1/2026) bahwa negaranya mungkin akan melancarkan serangan militer kedua ke Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro, jika anggota pemerintahan yang tersisa tidak bekerja sama dengan upayanya untuk “memperbaiki” negara tersebut.

Komentar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One menimbulkan kemungkinan intervensi militer AS lebih lanjut di Amerika Latin. Ia juga mengisyaratkan bahwa Kolombia dan Meksiko dapat menghadapi tindakan militer jika tidak mengurangi aliran narkoba ilegal ke Amerika Serikat.

“Operasi Kolombia terdengar bagus bagi saya,” kata Trump, sebagaimana dilansir Reuters. Ia juga mengatakan bahwa Kuba, sekutu dekat Venezuela, “tampaknya siap jatuh” dengan sendirinya tanpa aksi militer AS.

Maduro berada di pusat penahanan New York menunggu sidang pengadilan pada Senin (5/1/2026) atas tuduhan narkoba. Penangkapannya oleh Amerika Serikat telah memicu ketidakpastian mendalam tentang apa yang akan terjadi selanjutnya bagi negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.

Trump mengatakan pemerintahannya akan bekerja sama dengan anggota rezim Maduro yang tersisa untuk menindak perdagangan narkoba dan mereformasi industri minyak, daripada mendorong pemilihan umum segera untuk membentuk pemerintahan baru.

Banjir Rob Rendam Jalan RE Martadinata Jakut

Banjir Rob Rendam Jalan RE Martadinata Jakut

Banjir Rob Rendam Jalan RE Martadinata Jakut (Ist)

 Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan menyebutkan, imbas adanya pasang air laut, kawasan pesisir utara Jakarta berpotensi banjir rob. Saat ini Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, sudah tergenang.

1. Banjir Rob

“BPBD mencatat saat ini terdapat 1 Ruas Jalan tergenang yakni Jalan RE Martadinata (Depan JIS), Kel. Papanggo, Jakarta Utara dengan ketinggian 15 cm imbas rob,” ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Pihaknya juga berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.  Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.

“Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 30 Desember 2025 – 07 Januari 2026,” tuturnya.

Yohan menambahkan, adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta. 

Hal tersebut menyebabkan kenaikan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Sabtu (3/1/2026) pukul 08.00 WIB dan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.

Awal Tahun 2026, Prabowo Cek Pembangunan Huntara Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Awal Tahun 2026, Prabowo Cek Pembangunan Huntara Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Prabowo Cek Pembangunan Huntara Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungannya ke lokasi bencana di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). Prabowo meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara untuk warga terdampak banjir dan longsor.

Setelah tiba di helipad PTPN IV, Tapanuli Selatan. Prabowo menghampiri dan menyalami warga serta memeluk anak-anak yang telah menunggu keberangkatannya sejak pagi.

Prabowo menggunakan helikopter TNI AU,  meninggalkan landasan helipad sekitar pukul 09.20 WIB untuk kemudian lepas landas menuju Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII/Silangit, Tapanuli Utara.

Setelah tiba di Bandara Silangit, Prabowo akan berangkat menuju Landasan Udara Soewondo, Medan. Selanjutnya, Ia akan melakukan perjalanan menggunakan helikopter menuju Kabupaten Aceh Tamiang.

Turut mengantar keberangkatan Prabowo, antara lain Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Sebelumnya di Tapanuli, Prabowo mengecek langsung jembatan bailey di Sungai Garoga, Kecamatan Batang Toru, yang saat ini telah selesai dibangun. Setelah itu, Prabowo meninjau posko pengungsian dan kesehatan di Desa Batu Hula.

Kapolri Serukan Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

Kapolri Serukan Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: Polri)

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh pihak untuk turut mendoakan para korban bencana di wilayah Sumatera saat memaparkan Rilis Akhir Tahun Mabes Polri 2025.

“Tentulah dalam kesempatan ini kami mengajak kita semua untuk bersama-sama mengheningkan cipta, khususnya terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban di Sumatera. Tentunya hal ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ujar Sigit di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Kapolri juga menyampaikan doa bagi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.Selain itu, Sigit turut mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan personel dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) yang meninggal dunia sepanjang tahun 2025. Ia menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

“Demikian juga dengan 915 Pegawai Negeri pada Polri yang telah mendahului kita sepanjang tahun 2025. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan atas pengabdian terbaik mereka, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujarnya.

Breaking News! Gempa Dangkal Berkekuatan M4,7 Guncang Sumatera Barat

Breaking News! Gempa Dangkal Berkekuatan M4,7 Guncang Sumatera Barat

Gempa Dangkal Berkekuatan M4,7 Guncang Sumatera Barat

 Gempa dangkal berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (28/12/2025). Gempa tersebut dilaporkan terjadi pukul 09.15 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melaporkan, gempa tersebut berpusat di 19 kilometer timur laut Agam. Adapun, kedalaman gempa hanya berjarak 10 kilometer.

“#Gempa Mag:4.7, 28-Dec-2025 09:15:44WIB, Lok:0.15LS, 100.10BT (19 km TimurLaut AGAM-SUMBAR), Kedalaman:10 Km #BMKG,” dikutip Okezone dari akun resmi X @infoBMKG.

Hingga saat ini, belum ada laporan terbaru terkait dampak kerusakan serta korban jiwa akibat gempa yang cukup besar di Agam tersebut. Sementara BMKG akan mengupdate laporan gempa.

“Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian keterangan BMKG.

Usai Banjir, Polisi dan Warga Bersihkan Lumpur hingga Antisipasi Bencana Susulan di Gayo Lues

Usai Banjir, Polisi dan Warga Bersihkan Lumpur hingga Antisipasi Bencana Susulan di Gayo Lues

Usai Banjir, Polisi dan Warga Bersihkan Lumpur hingga Antisipasi Bencana Susulan di Gayo Lues (Ist)

Personel Polri bersama warga terus bersiaga usai bencana alam di wilayah Gayo Lues, Aceh. Dalam hal ini, polisi dan warga terus membersihkan lumpur tebal dan material kayu di rumah-rumah warga yang terdampak. 

1. Bersihkan Lumpur

Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut meninggalkan endapan lumpur dan serpihan material di sejumlah titik. Personel Polri bersama masyarakat bergotong royong membersihkan bagian dalam rumah, halaman, hingga akses jalan desa yang tertutup material banjir.

Desa Cane Toa diketahui menjadi salah satu wilayah yang dilalui aliran banjir bandang. Luapan air bercampur lumpur sempat menggenangi rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat pascakejadian.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo menyebut, keterlibatan personel dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan respons cepat Polri terhadap bencana alam. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat pascabencana,” ujarnya kepada awak media, Kamis (25/12/2025). 

Selain itu, Polres Gayo Lues juga terus memantau wilayah-wilayah rawan bencana serta menyiagakan personel guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan. 

Kapolri: Perkembangan Teknologi Digital Sangat Pesat, Ganggu Stabilitas jika Tak Disikapi dengan Bijak!

Kapolri: Perkembangan Teknologi Digital Sangat Pesat, Ganggu Stabilitas jika Tak Disikapi dengan Bijak!

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

 Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat menjadi tantangan serius dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa.

Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan amanat pada Apel Kebangsaan Banser Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Cirebon, Selasa (23/12/2025).

Kapolri menekankan bahwa kemajuan teknologi informasi, khususnya media digital, membawa dampak ganda. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain memunculkan ancaman berupa disinformasi dan misinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.

“Kita saat ini menghadapi perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, yang juga memunculkan tantangan berupa maraknya disinformasi dan misinformasi. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa,” ujar Kapolri.

Oleh karena itu, tantangan tersebut harus dihadapi secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa, termasuk Banser, Polri, dan TNI, dengan memperkuat literasi digital serta menjaga ruang publik agar tetap kondusif.

Mantan Kabareskrim ini mengatakan, Banser memiliki peran strategis sebagai bagian dari elemen masyarakat yang dapat menjadi penyejuk di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital.

Peran tersebut kata Sigit sejalan dengan komitmen Banser dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan.

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Hantui Sumatra, Masyarakat Terdampak Bencana Diminta Waspada Risiko Listrik

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Hantui Sumatra, Masyarakat Terdampak Bencana Diminta Waspada Risiko Listrik

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Hantui Sumatra, Masyarakat Terdampak Bencana Diminta Waspada Risiko Listrik (Ilustrasi/Dok BNPB)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatra masih berpeluang terjadi ke depan seiring dinamika atmosfer yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi ini membuat kewaspadaan masyarakat terhadap risiko listrik tetap diperlukan, terutama di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang masih mengalami kondisi lingkungan basah.

1. Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Koordinator BMKG Aceh, Nasrol Adil, menjelaskan sejumlah faktor atmosfer masih aktif di kawasan Sumatra dan sekitarnya. Salah satunya adalah bibit siklon tropis yang masih dalam pemantauan. Bibit siklon ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan dan mempertahankan genangan air serta lumpur di berbagai wilayah terdampak.

“Beberapa faktor atmosfer, termasuk bibit siklon tropis yang masih kami pantau, dapat memengaruhi pola cuaca di Sumatra. Dampaknya berupa potensi hujan lebat yang membuat kondisi lingkungan tetap basah di sejumlah wilayah,” ujar Nasrol, dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (21/12/2025).

Ia menegaskan, kondisi basah tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari pascabencana. Genangan air dan lumpur tidak hanya berdampak pada lingkungan permukiman dan fasilitas umum, tetapi juga di lokasi-lokasi pengungsian yang masih digunakan masyarakat terdampak.

Menurut Nasrol, dari sisi keselamatan, kondisi lingkungan pascabencana yang masih basah perlu diwaspadai karena air dan lumpur memiliki sifat konduktif, terutama ketika bercampur dengan material tanah, mineral, dan sisa material bangunan. Dalam kondisi tersebut, lingkungan menjadi lebih mudah menghantarkan arus listrik dibandingkan kondisi kering, sehingga potensi bahaya bagi warga dapat meningkat apabila terjadi genangan kembali.

Kondisi ini dapat terjadi di berbagai lokasi, mulai dari permukiman, fasilitas umum, hingga area pengungsian, terutama ketika cuaca kembali memburuk dan hujan lebat menyebabkan genangan air atau lumpur meluas.

Bendera Putih Berkibar di Aceh, Pemerintah: Dengan Kerendahan Hati, Kami Minta Maaf

Bendera Putih Berkibar di Aceh, Pemerintah: Dengan Kerendahan Hati, Kami Minta Maaf

Mendagri Tito Karnavian (Foto: Tangkapan layar)

Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan permintaan maaf jika terdapat kekurangan dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh. Ia mengatakan kendala yang dihadapi dalam penanganan bencana sangat besar.

Hal itu disampaikan saat merespons adanya warga terdampak bencana di Aceh yang mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

“Mengenai tadi pengibaran bendera putih, jadi inilah menurut kami wujud aspirasi warga dalam menghadapi situasi bencana yang dialami. Kami mendengar, pemerintah mendengar, memahami berbagai kritik, masukan, dan sikap masyarakat serta upaya pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana di Sumatera,” kata Tito saat konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

“Dengan segala kerendahan hati kami minta maaf bila ada kekurangan yang ada. Memang kendala yang dihadapi cukup besar karena medan yang cukup berat,” sambungnya.

Tito menegaskan, pemerintah berkewajiban untuk terus bekerja dalam mengatasi berbagai kendala dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.