Kronologi Kebakaran Rumah Makan Cobek Uleg

Kronologi Kebakaran Rumah Makan Cobek Uleg, Berawal Bakar Sampah Kabel

Kebakaran melanda rumah makan Cobek Uleg di Babelan Bekasi

 Kebakaran melanda sebuah Rumah Makan Cobek Uleg Marlindra yang berlokasi di Jalan Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/3/2025).

Kebakaran itu bermula kala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mendapat laporan kebakaran sejak pukul 08.57 WIB.

“Kita dapat laporan, yang kebakaran ini rumah makan cobek ulek di Ujung Harapan,” kata Komdan regu pemadaman, Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Hasto Adi saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/3/2025).

Dalam kejadian trsebut, kebakaran diduga dipicu dari aktivitas warga yang kurang memperhatikan saat sedang membakar sampah kabel.

“Diperkirakan asal mula api dari kebakaran sampah yang berada di samping nya itu ada rongsok dan dia lagi ngebakar kabel sama benda yang ada (sisa) timahnya,” katanya.

Hasto menyebut, hembusan angin pada Sabtu pagi itu cukup tinggi, sehingga api mudah menyebar ke rumah makan itu dan langsung melalap bangunan.

“Lalu ada percikan api yang menyebar nyamber ke saung-saung rumah makan,” ucapnya.

Dengan bantuan dua unit armada mobil pemadam, akhirnya api dapat dipadamkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Termasuk, saat kebakaran itu terjadi kondisi rumah makan belum beroperasi.

Merry Riana: Kenapa Kita Harus Bayar Pajak? Ini Jawabannya

Merry Riana: Kenapa Kita Harus Bayar Pajak? Ini Jawabannya

 Entrepreneur, investor, dan content creator yang juga saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Merry Riana, mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pajak sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan negeri melalui video yang diunggah di media sosial pribadinya. 

1. Bagikan Wawasan dan Pesan Inspiratif

Sebagai figur publik yang aktif di dunia kewirausahaan dan edukasi, Merry kerap membagikan wawasan, motivasi, serta pesan inspiratif melalui berbagai platform digital.

Kini, ia turut serta dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pajak. Merry menegaskan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga tanggung jawab bersama yang berdampak langsung pada berbagai aspek.

Merry juga menjelaskan pentingnya pajak bagi negara. Pajak yang dibayarkan masyarakat berperan besar dalam keberlanjutan pembangunan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga berbagai program sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Nah, sebagai warga negara, saya, Merry Riana, turut mendukung peran pajak melalui sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran perpajakan. Yuk, kawan pajak yang sudah punya NPWP, jangan lupa segera laksanakan kewajiban perpajakan masing-masing dengan melaporkan SPT Tahunan tahun 2024,” ujar Merry, Jumat (14/3/2025).

2. Tingkatkan Kesadaran Pajak

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran pajak di berbagai kalangan mulai dari anak muda, profesional, hingga pelaku usaha, Kanwil DJP Jakarta Barat terus menggandeng figur publik dan tokoh berpengaruh.

Melalui edukasi dan kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak wajib pajak yang memahami pentingnya pajak dalam pembangunan serta berkontribusi melalui kepatuhan perpajakan. 

Sebagai mitra strategis Direktorat Jenderal Pajak (DJP), para tokoh publik turut mendukung upaya peningkatan kepatuhan pajak di Indonesia. Pemerintah pun terus memperkuat sistem perpajakan agar lebih mudah diakses, termasuk melalui layanan daring seperti DJP Online, yang memungkinkan pelaporan SPT secara praktis di mana saja dan kapan saja. 

Lebih awal lebih nyaman. Jangan tunda lagi. Lapor pajak hari ini, lapornya di sini: djponline.pajak.go.id.

Mudik Lebaran 2025, Pelebaran Lajur Ketiga Tol Cipali Rampung

Mudik Lebaran 2025, Pelebaran Lajur Ketiga Tol Cipali Rampung

Mudik Lebaran 2025, Pelebaran Lajur Ketiga Tol Cipali Rampung

Proyek pelebaran lajur ketiga Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) telah selesai dan siap digunakan saat arus mudik Lebaran 2025. Pelebaran ini mencakup ruas KM 87+350 hingga KM 98+275 dan telah mencapai progres 99,702%. Proyek senilai Rp306,87 miliar ini berlangsung selama 300 hari kalender, dimulai sejak 5 Juni 2024 hingga selesai pada 31 Maret 2025.

Pelebaran lajur ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan tol, mengurangi kemacetan, serta memperlancar arus kendaraan, khususnya saat periode puncak mudik Lebaran dan libur panjang. Sebagai salah satu jalur utama di Trans Jawa yang kerap mengalami kepadatan, kehadiran lajur tambahan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi pemudik.

1. Pentingnya Pembangunan Infrastruktur

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya fokus pada kapasitas jalan, tetapi juga pada aspek estetika, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan.

“Perbaikan dan pelebaran jalan harus tetap memperhatikan estetika, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, peningkatan pelayanan rest area yang bersih dan nyaman juga harus menjadi perhatian utama demi memberikan pengalaman terbaik bagi para pengguna jalan,” kata Diana di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Gibran Pastikan Pengawasan Diperkuat Usai Isi MinyaKita Tak Sesuai Takaran

Gibran Pastikan Pengawasan Diperkuat Usai Isi MinyaKita Tak Sesuai Takaran

 Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka buka suara terkait kasus peredaran minyak goreng MinyaKita yang tidak sesuai takaran. Gibran mendorong pengawasan di lapangan terus diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. 

“Nanti ke depan akan kita tindak lanjuti lagi. Monitoring dikuatkan dan kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi,” kata Gibran kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Gibran mengatakan pemerintah telah melakukan pemeriksaan dan pemantauan peredaran minyak goreng MinyaKita di berbagai lokasi, termasuk pasar tradisional dan toko kelontong.

“Sudah dilakukan pengecekan-pengecekan dan monitoring di beberapa tempat. Di pasar-pasar tradisional, di toko-toko kelontong, semua,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menemukan ketidaksesuaian takaran pada minyak goreng MinyaKita saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/3/2025).

Dalam sidak tersebut, terungkap bahwa kemasan MinyaKita berlabel 1 liter ternyata hanya berisi sekitar 750–800 mililiter. Hal ini lantas menimbulkan kecaman publik, terlebih karena terjadi di bulan Ramadan. 

Diduga Bunuh Bayi, Brigadir AK Ditahan Propam Polda Jateng

Diduga Bunuh Bayi, Brigadir AK Ditahan Propam Polda Jateng

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah (Jateng) memproses kode etik Brigadir AK, oknum anggota Polda Jateng yang dilaporkan membunuh bayinya yang masih berusia 2 bulan. Saat ini, Brigadir AK ditahan Propam.

“Hari ini Propam sudah memproses kode etik yang bersangkutan, dan dipatsus (penempatan khusus) untuk 30 hari ke depan,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, kepada wartawan, Selasa (11/3/2025).

Penyidik Propam, sebutnya, masih melakukan pemberkasan kepada Brigadir AK untuk nantinya digelar sidang kode etik atas pelanggaran yang dilakukan.

Sementara kasus pidana umumnya, ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng. Statusnya masih penyelidikan, belum naik penyidikan dan belum penetapan tersangka.

Masih berproses di Krimum, kasus ini sudah menjadi atensi Dirreskrimum,” lanjutnya.

Guna melengkapi dugaan tindak pidana maupun pelanggaran internal tersebut, pihak Polda Jateng juga telah melakukan ekshumasi alias bongkar makam untuk selanjutnya autopsi jenazah NA (2 bulan). Bongkar makam dilakukan di Purbalingga, kampung halaman Brigadir AK.

Dikritik Naik Heli saat Tinjau Banjir, Pramono: Bukan Gagah-gagahan!

Dikritik Naik Heli saat Tinjau Banjir, Pramono: Bukan Gagah-gagahan!

Gubernur Jakarta, Pramono Anung

 Gubernur Jakarta, Pramono Anung menanggapi kritik saat dirinya meninjau banjir menggunakan helikopter. Pramono menyebut dirinya menggunakan transportasi itu untuk memantau dari atas, bukan untuk gagah-gagahan.

“Memang kenapa kemudian dilihat dari atas karena pengen naturalisasi, sodetan di mana-mana itu bisa dilakukan. Jadi sekali lagi naik heli bukan untuk gagah-gagahan,” kata Pramono di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (10/3/2025).

Namun demikian, mantan Menteri Sekretaris Kabinet itu menerima kritikan yang datang. Menurutnya, kritikan merupakan obat yang menyehatkan.

Banjir Surut Tinggalkan Sampah, Wali Kota Bekasi Instruksikan DLH Segera Bertindak 

Pramono juga menjelaskan bahwa menaiki helikopter bukan merupakan permintaannya. Dirinya mengaku ditawarkan untuk meninjau banjir menggunakan helikopter.

“Kritik itu merupakan obat yang sangat menyehatkan. Saya dikritik apa saja terima kasih, matur nuwun. Dan saya naik heli bukan permintaan saya. Ada yang menawarkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung memantau kondisi banjir di ibu kota lewat udara, Kamis (6/3/2025). Dia menaiki helikopter Polairud.

Tembok Rumah Warga di Depok Jebol Diterjang Banjir, Pemkot Bakal Lakukan Evaluasi

Bayern Muenchen dipecundangi Bochum 2-3 di kandang sendiri

Bayern Muenchen dipecundangi Bochum 2-3 di kandang sendiri

Reaksi para pemain Bayern Muenchen (ki-ka) Joshua Kimmich, Eric Dier, dan Jamal Musiala setelah menelan kekalahan 2-3 melawan VfL Bochum dalam lanjutan Liga Jerman di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Sabtu (8/3/2025) waktu setempat.

Bayern Muenchen secara mengejutkan dipecundangi oleh tim papan bawah VfL Bochum dengan skor 2-3 di kandang mereka sendiri Stadion Allianz Arena dalam lanjutan pekan ke-25 Bundesliga 2024/25, Sabtu malam WIB.

Padahal Bayern sudah unggul 2-0 lebih dulu atas tamunya berkat dwigol Raphael Guerreiro, tapi keunggulan itu terbuang begitu saja setelah gawang mereka dibobol oleh Jakov Medic, Ibrahima Sissoko, dan Matus Bero yang praktis membawa Bochum berbalik merebut tiga poin penuh.

Kendati kalah, Bayern tetap nyaman di puncak klasemen sementara dengan koleksi 61 poin dan masih unggul delapan poin dari Bayer Leverkusen yang ada di posisi kedua.

Bochum juga belum beranjak dari peringkat ke-16 klasemen atau posisi playoff degradasi dengan raihan 20 poin, masih terpaut dua poin dari zona aman, demikian catatan laman resmi Liga Jerman.

Tampil di hadapan publik sendiri setelah hasil meyakinkan di leg pertama 16 besar Liga Champions tengah pekan lalu, Bayern mampu membuka keunggulan pada menit ke-14 ketika Serge Gnabry melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum menyodorkan bola untuk dituntaskan menjadi gol oleh Guerreiro.

Enam menit berselang, tuan rumah memperoleh hadiah tendangan penalti setelah Leroy Sane dilanggar oleh Medic, sayangnya Gnabry yang menjadi algojo gagal mengonversi kesempatan itu saat eksekusinya membentur tiang gawang.

Kegagalan itu sepertinya tidak akan dibayar mahal oleh tim besutan Vincent Kompany, sebab pada menit ke-28 Guerreiro mencetak gol keduanya dengan memanfaatkan umpan Thomas Mueller demi membuat kedudukan menjadi 2-0 atas Bochum.

Namun, tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 tiga menit kemudian ketika Bayern gagal mengantisipasi situasi sepak pojok yang berakhir dengan sepakan keras Medic dari jarak dekat.

Momentum mulai berbalik ketika sang pemuncak klasemen dipaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain dua menit sebelum babak pertama usai setelah Joao Palhinha diganjar kartu merah langsung lantaran menekel pergelangan kaki Giorgos Masouras.

Bayern masih unggul 2-1 ketika babak kedua dimulai, tapi Bochum perlahan memanfaatkan ketimpangan jumlah pemain dan sukses menyamakan kedudukan 2-2 pada menit ke-51 melalui tandukan Sissoko menyelesaikan umpan lambung Felix Passlack.

Tuan rumah berusaha tetap tampil menyerang dengan 10 pemain, tapi yang terjadi justru Bochum berbalik merebut keunggulan lewat serangan balik yang diakhiri gol Matus Bero pada menit ke-71.

Bayern tak bisa berbuat banyak di sisa waktu yang ada, sementara Bochum memilih bermain aman demi menjaga keunggulan 3-2 atas tuan rumah bertahan hingga peluit tanda bubaran menggema.

BPKN tinjau fasilitas distribusi Pertamina Patra Niaga

BPKN tinjau fasilitas distribusi Pertamina Patra Niaga

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) saat meninjau SPBU di Jakarta, Jumat (7/3/2025). 

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meninjau langsung fasilitas distribusi dan layanan penjualan BBM PT Pertamina Patra Niaga dalam rangka memastikan layanan yang berkualitas bagi konsumen.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu menyatakan pada kesempatan tersebut, BPKN memulai kunjungan ke Integrated Terminal Jakarta Plumpang sebagai salah satu pusat distribusi utama, kemudian dilanjutkan ke SPBU 34.13209 di Jl Pemuda, Jakarta Timur.

Peninjauan pada Jumat (7/3/2025) dipimpin Kepala BPKN M Mufti Mubarok bersama jajaran anggota BPKN dengan didampingi Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga Mia Krishna Anggraini.

Menurut Kepala BPKN M Mufti Mubarok, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya proaktif BPKN untuk memahami lebih dalam proses distribusi BBM, sehingga nantinya dapat memberikan edukasi kepada konsumen terkait hak-hak mereka.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan distribusi BBM yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga telah memenuhi standar kualitas dan tidak merugikan konsumen, sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan terbaik. Dengan mengunjungi terminal BBM dan SPBU, kami dapat mengamati langsung bagaimana mekanisme distribusi dijalankan, termasuk pengawasan yang diterapkan,” ujarnya.

Menurut Mufti, dari hasil pengecekannya, pihaknya sangat menghargai transparansi dan pengawasan yang diterapkan Pertamina Patra Niaga.

Ia berharap Pertamina Patra Niaga menjalankan proses distribusi dengan baik, menjaga kualitas produk, serta memastikan tidak ada unsur penyelewengan yang merugikan konsumen.

“Kami melihat bahwa setiap tahapan distribusi yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga sudah memenuhi standar yang ketat, mulai dari proses di terminal BBM sampai ke SPBU itu ada quality control-nya semua. Dengan demikian, saat ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi dalam menggunakan BBM Pertamina,” sebutnya.

Mufti melanjutkan untuk meyakinkan semua pihak, baik pemerintah, konsumen dan pelaku usaha, BPKN segera membentuk tim pencari fakta (TPF), yang terdiri atas semua lembaga independen dan nanti akan keluar rekomendasi yang independen, sehingga konsumen mendapatkan hak yang sesuai.

Sementara itu, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga Mia Krishna Anggraini menekankan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas distribusi serta memastikan kualitas BBM yang diterima masyarakat tetap terjaga dengan baik.

“Pertamina Patra Niaga secara konsisten memastikan setiap titik distribusi BBM terjaga kualitasnya melalui pengawasan yang ketat. Kami berupaya keras agar masyarakat selalu menerima BBM yang aman dan sesuai standar. Sinergi dengan BPKN ini menjadi langkah penting untuk memperkuat transparansi dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kami,” jelas Mia.

Melalui kolaborasi tersebut, BKPN dan Pertamina Patra Niaga berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen.

“Masyarakat juga kami imbau untuk aktif melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian kualitas BBM melalui Pertamina Call Center (PCC) 135,” sebut Mia.

BGN bersama Komisi IX DPR RI sosialisasikan Program MBG di Makassar

BGN bersama Komisi IX DPR RI sosialisasikan Program MBG di Makassar

Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi (dua kanan) bersama tim Badan Gizi Nasional (BGN) berfoto bersama disela sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dVaan In Sky, Jalan Bajiminasa 1, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan

 Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI mensosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan gizi anak, ibu hamil dan menyusui, serta pencegahan stunting.

“Sebagai lembaga negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional, BGN fokus dalam mendukung penuh Program MGB ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Tenaga Ahli Utama BGN Ikeu Tanziha saat sosialisasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Sementara itu Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi mengatakan untuk dapur MBG disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ada ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola tenaga kerja dari masyarakat sekitar itu.

“Program MBG saat ini terdapat 726 SPPG dengan penerima kurang lebih 2 juta dari 38 provinsi. Sedangkan untuk Sulsel terdapat 28/26 SPPG dari target 160 SPPG tahun 2025,” ujarnya.

Menurut dia, untuk wilayah Makassar masih menjalani beberapa tahapan yang harus dilewati pada pelaksanaan Program MBG atau sedang tahap verifikasi. Komisi IX DPR RI juga terus memantau perkembangan program ini dengan berbagai macam evaluasi dan masukan.

“Kegiatan seperti ini butuh proses dan waktu, mulai dari bahan baku, ketersediaan pangan, ketersediaan SDM, yang bisa kolaborasi secara baik,” katanya dalam sosialisasi yang dihadiri 300-an warga.

Per hari ini Indonesia, kata dia, mengalami angka stunting yang cukup tinggi. Bahkan berada di urutan kedua Asia Tenggara. Untuk itu Program MBG diharapkan dapat menekan kasus stunting.

“Indonesia masih mengalami angka stunting yang cukup tinggi, Indonesia berada di urutan kedua Asia Tenggara dengan sekitar 4 juta anak yang mengalami stunting. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah Program MBG”. tuturnya

Program MBG menyasar empat komponen yaitu Balita, SD sampai SMA, ibu hamil dan ibu menyusui dengan tujuan menciptakan generasi sehat dan berkualitas yang mampu mencapai generasi emas pada tahun 2045.

“Indonesia punya potensi yang cukup besar, karena ada bonus demografis, karena ada 60 persen Indonesia pada usia produktif. Ketika usia produktif tidak memiliki SDM yang berkualitas, maka jadi bahaya. Inilah yang menjadi tanggung jawab negara,” katanya.

Hasil riset menunjukkan Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing pada masa depan.

Lemigas rutin uji kualitas BBM Pertamina dan nyatakan sesuai ketentuan

Lemigas rutin uji kualitas BBM Pertamina dan nyatakan sesuai ketentuan

Kepala Balai Besar Pengujian Migas (Lemigas) Mustafid Gunawan dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Kepala Balai Besar Pengujian Migas (Lemigas) Mustafid Gunawan menyampaikan Lemigas rutin menguji kualitas bahan bakar minyak (BBM) berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) termasuk Pertamina, dan menyatakan kualitasnya sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami sampaikan kepada Pak Jaksa Agung (Sanitiar Burhanuddin), Pak Dirut (PT Pertamina Persero Simon Aloysius Mantiri) bahwa seluruh (sampel) yang kami lakukan pengujian spesifikasinya memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Ditjen Migas (Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi),” kata Mustafid dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis.

Berdasarkan pengujian terbaru pun, Mustafid menyampaikan bahwa hasil yang diperoleh menunjukkan kualitas BBM dari SPBU Pertamina sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami sudah melakukan pengujian khusus untuk yang RON semuanya sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam peraturan Dirjen Migas,” ucap Mustafid.

Selaku lembaga yang bertugas untuk menguji kualitas BBM di masyarakat, Lemigas bergerak di bawah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Titik-titik pengambilan sampel BBM dan uji kualitas, kata Mustafid, dilakukan sesuai dengan permintaan Ditjen Migas.

Hasil uji kualitas BBM oleh Lemigas memperkuat pernyataan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri yang menyampaikan bahwa kualitas BBM Pertamina yang beredar sudah sesuai dengan standar.

Hal itu disampaikan Jaksa Agung untuk menyikapi kekhawatiran masyarakat mengenai adanya BBM Pertamax dari Pertamina yang diduga ‘dioplos’ imbas dari terjadinya kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018–2023.

Ia mengatakan bahwa waktu terjadinya atau tempus delicti perkara hanya berjalan pada 2018–2023. Dengan demikian, Pertamax yang diproduksi mulai 2024 dan seterusnya tidak ada kaitannya dengan objek penyidikan.

“Artinya, kondisi Pertamax yang ada sudah bagus dan sudah sesuai dengan standar yang ada di Pertamina,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jaksa Agung mengatakan bahwa perbuatan curang dalam perkara ini, yakni pembelian dan pembayaran yang tak sesuai BBM RON 92 dan BBM yang lebih rendah di-blending sebelum dipasarkan, adalah perbuatan segelintir oknum.

“Kami tegaskan bahwa perbuatan itu dilakukan oleh segelintir oknum yang saat ini telah dinyatakan tersangka dan ditahan dan tindakan itu tidak terkait dengan kebijakan yang ada di Pertamina,” ucapnya.